dari berbagai sumber
Kamis, 02 Januari 2014
Kontemplasi Pra-Resolusi
Diposting oleh Unknown di 19.59
“....bangunlah jiwanya
bangunlah badannya....”
“...bagimu negeri jiwa raga
kami”
Mengulas
peristiwa ditahun lalu yang tidak luput dari berbagai pesta konflik berdarah
antar daerah―komunal, yang berimplikasi dengan perbedaan agama, suku,
dan eksploitasi alam yang secara besar-besaran serta roda pemerintahan yang
berjalan masing-masing (desentralisasi), sehingga masyarakat yang
mengalami langsung ketidakadilan dan ketimpangan dari sisi ekonomi, sosial dan
infrastruktur. Masyarakat pun begitu mudah terpicu kerusuhan walau alasan yang
sangat sepele, selain itu akibat dari hal tersebut terbentuklah
gerakan-gerakan masyarakat separatis ditiap daerah karena tidak sudi
potensi kekayaan alam mereka diambil untuk kepentingan kemegahan kota sedangkan
daerah mereka sendiri terisolasi karena pembagian hasil yang tidak merata.
Kasus korupsi
mega proyek Hambalang yang menyeret nama-nama para petinggi birokrat yang
selalu menjadi topik hangat akhirnya pada bulan Desember 2012 Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga
(Menpora) sebagai tersangka, dan sang menteri bisa memanipulasi keadaan dengan
mengundurkan diri dari jabatannya sehingga pandangan masyarakatpun
terhadap tindakannya bisa dibilang terhormat padahal sang menteri tidak
bisa mengelak alias terpojok. Ini merupakan suatu kebanggaan negeri ini dimana
lembaga hukum berani mengusut kecurangan tanpa pandang bulu walaupun sekaliber
menteri sekaligus prestasi dan merupakan sejarah baru dimana menteri yang
masih aktif dijadikan tersangka.
Satu lagi isu
fenomena yang mengerikan dan sekaligus menggelikan yaitu ketika sebagian
masyarakat dunia mulai membangun banker bawah tanah dan berbagai bangunan yang
kuat guna mengahadapi rumor tentang akan terjadinya kehancuran dunia yang
selalu diperbincangkan sekitaran tahun 2011 dan menurut ramalan akan terjadi
tepat pada tanggal 21 Desember 2012. Hari demi haripun telah berlalu melewati
waktu dimana hari kiamat yang diramalkan akan terjadi namun itu hanya sebuah
berita lelucon (hoax) faktanya yang terjadi sampai hari ini dunia masih
tetap utuh. Paradigma masyarakat kini sangat mudah dipengaruhi oleh isu-isu
yang menyebar lewat internet tanpa berfikir secara intelektual dan rasional.
Dari ketiga
masalah diatas kita maupun pihak pemerintah seharusnya berkontemplasi dan
belajar dari tahun-tahun sebelumnya tentang ilmu sosiologi kemasyarakatan,
serta memperbaiki sistem pemerintahan dengan mengimplementasikan sistem
tersebut dengan tidak mendahulukan kepentingan beberapa golongan dan yang lebih
diutamakan pemerataan untuk kepentingan rakyatnya.
Lembaga-lembaga
hukum khususnya KPK ditahun yang akan datang harus lebih jeli dalam memandang
korupsi gaya baru dan gerak-gerik aktifitas partai politik. Bentuk kerjasama
yang busuk (kolusi) dan hubungan informal elite politik dimana atasan
sebagai pelindung dan bawahan sebagai klien (klientalisme) akan terus terjadi
ditahun ini dan jika semua ini terjadi maka akan terbentuknya wujud
korupsi yang sangat ekstrim (kleptokrasi). Para elite politik akan terus
melakukan kleptokrasi berlandaskan legitimasi kekuasaannya dan terus mencari
ladang basah untuk dana kampanye ketika beradu dikancah pemilihan umum
2014.
Seperti kutipan
lagu nasional diatas, Indonesia itu memiliki semangat yang besar dalam
membangun jiwa-raga nya akan tetapi ada hal yang kurang yaitu menbangun mindset―pola
pikir ‘otak’, atau bisa dikatakan belum mempunyai kerangka berfikir sehingga
tidak mempunyai karakter tersendiri dalam mengetaskan berbagai polemik yang
ada.
Apakah kita
sebagai mahasiswa harus memikirkan segala bentuk tirani ini? apa pengaruhnya
buat kita ? bagaimana cara yang meski ditempuh ? jawabannya ada pada diri kita
masing-masing dan seberapa pedulikah kita terhadap tanah air tercinta. Negara
itu ibarat rumah dan ilmu sebagai isinya, jika kita mencari ilmu untuk memenuhi
isi kebutuhan rumah tanpa menghiraukan kondisi rumah yang kita tinggali maka
suatu saat rumah ini akan ambruk dan apa yang kita kumpulkan selama ini menjadi
tak berarti. Jika kita tidak berani secara langsung ada contoh sederhana yang
bisa dilakukan yaitu dengan ‘menulis’ hal-hal yang dapat membangun
Indonesia, siapa tahu kelak dimasa yang akan datang akan ada yang membaca
tulisan kita dan mampu melaksanakannya. Semoga semua resolusi kita ditahun 2013
bisa tercapai dan terlaksana dalam merubah diri ,lingkungan dan negara kesatuan
republik Indonesia. Selamat tahun baru, semangat baru dan kekuatan baru.
"Kemerdekaan tidak
diberikan begitu saja oleh pihak penindas, karena itu sang tertindaslah yang
harus memperjuangkannya. -Martin Luther King Jr-
Salam pembebasan !
dari berbagai sumber
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)

Rumah

0 komentar:
Posting Komentar